Asal Usul Alun-Alun Kota Bogor

Alun-alun Kota Bogor yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Jum’at (17/12/2021), memiliki sejarah perjalanannya yang cukup panjang. Diawali dari pembangunan Stasiun Bogor yang dulu bernama Buitenzorg, area seluas 1,7 hektar ini dimanfaatkan menjadi sebuah taman indah yang dikenal dengan sebutan Station Park atau Taman Kebon Kembang. Alun-Alun Kota Bogor kini menjadi ikon baru di kota hujan selain Tepas Lawang Salapan yang bertetanggaan dengan Tugu Kujang

Alun alun Kota Bogor dibangun dengan anggaran mencapai Rp 15 Milyar dan memiliki konsep ruang terbuka lengkap dengan taman bunga dan sarana untuk berolahraga. Sangat unik, karena sarana olahraga ini dibangun di tengah aktifitas dan kesibukan warganya, apalagi wiayah ini sejak tahun 1980an sudah dikenal sebagai kawasan komersial. Meskipun begitu, kita harus acungi jempol kepada Pemerintah Kota yang telah mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai taman kota.

Taman Kebon Kembang (Station Park) tempo dulu
Taman Kebon Kembang (Station Park) tempo dulu

 

Flashback ke masa-masa sebelum Indonesia merdeka, pembandungan taman kota di Buitenzorg dilakukan bersamaan dengan pembangunan Stasiun Bogor. Pada awalnya, taman ini dinamakan Station Park atau Taman Stasion dan menjadi bagian dari halaman Stasiun yang fungsinya sebagai tempat cuci mata bagi para pelancong yang baru saja tiba dari Batavia di Buitenzorg.

Jalan Nyi Raja Permas tahun 1925

Jalan Nyi Raja Permas tahun 1925 

Perjalanan yang melelahkan dengan kereta api akan terbayar lunas oleh indahnya pemandangan taman yang dipenuhi bunga-bunga cantik dari beragam jenis dan warnanya. Karena itulah, penduduk setempat kemudian memberinya nama Kebon Kembang. Seiring waktu, taman ini lebih dikenal dengan nama Taman Kebon Kembang ketimbang nama aslinya Station Park.

Foto udara taman kebon kembang tahun 1930 

Keindahan taman kebon kembang tidak kalah dengan Taman Wilhelmina yang lebih dulu dibangun di Batavia oleh Gubernur Jenderal van de Bosch di tahun 1834. Itu sebabnya, para pendatang yang baru tiba dari Stasiun Bogor akan menyebut taman ini dengan nama Wilhelmina Park atau Taman Wilhelmina. Selain itu, penyebutan nama tersebut adalah juga untuk memperingati kelahiran Wilhelmina Helena Pauline Maria, putri dari Raja William II dari istri keduanya, Waldeck Pyrmon dari Kerajaan Belanda.

Pada masa setelah perang kemerdekaan dari 1945 s/d 1948, halaman stasiun yang menjadi bagian dari Taman Kebon kembang pernah digunakan menjadi tempat pemakaman untuk para pahlawan kemerdekaan. Salah satu yang dimakamkan di situ adalah Margonda, yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Depok. Beberapa tahun kemudian, makam-makam tersebut dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dreded di Bondongan.

Foto makam pahlawan di dekat Stasiun Bogor koleksi 0m Nugroho Mulyo

 

Pada tahun 1970-an, kawasan di sekitar Stasiun Bogor termasuk Kebon Kembang dikembangkan menjadi kawasan komersial. Untuk mendukung sarana transportasi dan angkutan umum, pemerintah Kotamadya Bogor mengalihfungsikan sebagian lahan taman menjadi terminal angkutan kota. Keberadaan terminal Kapten Muslihat ini berlangsung sampai awal tahun 1980an, yaitu setelah diresmikannya Terminal Baranangsiang pada tahun 1979.

Terminal Kapten Muslihat pada tahun 1980an

 

Sisa lahan yang ada kemudian dibangun menjadi sebuah taman lengkap dengan berbagai wahana dan sarana rekreasi untuk keluarga yaitu Taman Ria Ade Irma Suryani. Pada tahun 1985, dibangunlah plaza Kapten Muslihat dengan ciri khas bangunan yang unik dan berbentuk topi. Sejak itulah, nama Taman Topi disematkan kepada bekas Taman Kebon Kembang ini dan terpisah dari Taman Ria Ade Irma Suryani. Adapun sebagian lahannya digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Bogor yang dimulai pada tahun 1987.

Setelah bertahun-tahun, pemerintah Kota Bogor di bawah pimpinan Walikota Bima Arya mengubah imaje kawasan ini yang tadinya kawasan komersial menjadi sebuah ruang terbuka hijau dengan konsep yang ramah untuk keluarga. Proyek besar Pemerintah Kota Bogor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dilakukan sejak tahun 2020.

alun kota bogor

Keberadaan alun-alun Kota Bogor memang sanggup mengobati kerinduan warga Bogor akan sebuah taman kota yang indah dan berciri khas sendiri. Terlebih lagi, keberadaannya di pusat kota menjadi salah satu daya tarik wisata khususnya bagi para wisatawan yang baru saja tiba dari Stasiun Bogor.

Semoga bermanfaat

Artikel Terkait

Dr. Marzoeki Mahdi sang pelopor kesehatan Jiwa

ariesmunandi

Asal Usul Cileungsi

ariesmunandi

Kisah Masa Silam dari Gunung Putri

ariesmunandi

Sempur riwayatmu dulu

ariesmunandi

Gedung bioskop, tempat hiburan alternatif pada tempo dulu

ariesmunandi

Geliat Ekonomi di Bogor Tempo Dulu

ariesmunandi

Leave a Comment