Gempa Bumi saat penobatan Prabu Siliwangi

0
165
prabu siliwangi

Prabu Siliwangi adalah gelar dari Raja Kerajaan Sunda yang dinobatkan pada tahun 1482 M. Saat peristiwa penobatannya itu, terjadi gempa bumi yang seolah menyambut kedatangan sang Raja Sunda yang baru tersebut.

Prabu Siliwangi lahir pada tanggal 17 April 401 di Keraton Surawisesa, Kawali, Galuh dengan nama Jaya Dewata. Ayahnya adalah Prabu Rahiyang Dewa Niskala, Raja Galuh Pakuan yang berkuasa dari 1475 s/d 1482M. Jaya Dewata memiliki nama panggilan Raden Pamanah Rasa yang kemudian dinobatkan menjadi Raja Galuh Pakuan dengan gelar Prabu Guru Dewata Prana.

Gelar Sri Baduga Maharaga Ratu Haji dan Sri Sang Ratu Dewata didapatkan setelah kerajaan Sunda dan Galuh bergabung. Begitu pula dengan gelar Prabu Siliwangi yang digunakan sebagai penerus  Prabu Linggabuana (bergelar Prabu Wangi) yang wafat dalam peristiwa Palagan Bubat.

Prabu Siliwangi bertahta di kerajaan Sunda yang beribukotakan di Pakuan Pajajaran dari tahun 1482 sampai tahun 1521 M. Dalam “Waosan Babad Galuh” disebutkan bahwa pada hari penobatan Prabu Siliwangi menjadi raja itulah, terjadi peristiwa gempa bumi yang dianggap sebagai pertanda baik dari Sanghyang Karsa (Sang Pencipta).

Dalam budaya Sunda, gempa bumi tidak selalu dianggap sebagai hal yang buruk. Begitu pula ketika gempa bumi yang terjadi di hari penobatan Prabu Siliwangi. Hal ini dianggap sebagai pertanda baik karena alam telah merestuinya.

Sang Raja meraga sukma akadang sukma para Dewata memayungi. Sudah sangat mashyur dan tiada yang mampu menandinginya. Keluarganya banyak, anaknya banyak, isterinya banyak, mereka tinggal di negeri Sunda. Sang Raja terkenal karena kehebatannya yang melebihi seorang pejuang, tidak ada musuh di dunia yang sanggup menghalangi kehendaknya. 

 

Leave a Reply