Bagi anak-anak yang hidup di era 1990-an, nama kolam renang Pemandangan tentu sudah tidak asing lagi. Kolam renang yang dulu sangat populer di kalangan guru dan pelajar ini berada di kawasan Kota Paris Bogor. Berikut asal usul Kota Paris di Bogor.

Kawasan pemukiman Kota Paris sudah ada sejak tahun 1845, yaitu ketika pemerintah kolonial menerapkan zona pemukiman secara terpisah. Daerah yang dulu bernama kebon djahe ini kemudian dijadikan sebagai kawasan pemukiman untuk orang-orang Belanda.

Asal Usul Kota Paris pembangunannya dilakukan dengan menerapkan arsitektur dan tata ruang berciri khas Eropa. Didukung oleh pemandangan Sungai Cisadane dan Gunung Salak menjadikan kawasan pemukiman ini semakin memiliki kelas bagi orang-orang Belanda.

Karena keindahannya itulah, orang-orang Belanda memberi nama daerah ini dengan sebutan De State van Parij atau Kota Paris. Nama inilah yang kemudian digunakan sampai tulisan ini dibuat.

Setelah tahun 1917, orang-orang Belanda yang menempati rumah-rumah di kota Paris terus bertambah. Nama Kota Paris pun menjadi terkenal di masa itu, banyak pelancong berdatangan hanya untuk melihat keindahan pemandangan dan arsitektur rumah-rumah yang ada di Kota Paris ini.

Karena dianggap telah cukup padat, pemerintah kolonial kemudian membangun daerah pemukiman baru untuk orang-orang Eropa di daerah Kedoeng Halang yang letaknya berdekatan dengan Istana dan Kebun Raya (kini perumahan di Sempur).

Setelah kedatangan Jepang (1941-1945), rumah-rumah yang ada di Kota Paris disita oleh militer Dai Nippon. Beberapa dijadikan dapur umum, sementara sisanya dijadikan tempat tinggal untuk pasukan Jepang, dan sebagian digunakan sebagai tempat tahanan atau kamp Konsentrasi. Seluruh penghuninya ditangkap termasuk wanita dan anak-anak lalu ditawan di kamp-kamp tahanan yang berada di beberapa wilayah di Kota Bogor.

Paska proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945), Kota Paris jatuh ke tangan pasukan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu. Semenjak itulah, di kawasan ini sering terjadi pertempuran antara pihak Pejuang Republik dengan tentara Belanda untuk membebaskan Kota Paris dari tangan penjajah.

Baca lagi: Bogor pada tahun 1945

Pada tahun 1949,  Belanda baru mau mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Pada saat itulah, kawasan pemukiman di Kota Paris diambil alih oleh Pemerintah Daerah Bogor melalui surat keputusan Menteri Dalam Negeri saat itu.

Pada awalnya, rumah-rumah di Kota Paris hanya diizinkan untuk ditempati oleh para pejabat dan pegawai kantor pemerintahan saja. Namun setelah tahun 1950-an, pemerintah daerah memberikan kembali hak atas rumah-rumah tersebut kepada para ahli waris dari orang-orang Belanda yang sudah menempati rumah itu sejak lama dan membebaskan mereka untuk menjual atau menyewakannya kepada pihak lain.

Asal usul kota paris di Bogor memang cukup menarik untuk diulas, terlebih kawasan pemukiman ini pada saat itu memiliki pemandangan yang sangat indah. Mungkin karena itu sebabnya, kolam renang yang ada di lokasi ini dinamakan kolam renang pemandangan.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply