Museum Perjuangan Bogor berdiri sebagai hasil musyawarah antara pejuang yang berasal dari Karesidenan Bogor saat itu. Peresminannya dilakukan oleh Mayor Ishak Djuarsah pada 10 November 1957. Tujuan didirikan Museum Perjoangan adalah untuk mewariskan semangat juang dan nilai 45 kepada generasi sekarang dan yang akan datang.

Rumah yang dijadikan museum di Jalan Merdeka ini awalnya adalah milik seorang pengusaha Belanda yang menjadikan bangunan ini sebagai gudang untuk ekspor komoditas pertanian sebelum dikirim ke Belanda.

Pada masa pergerakan gedung ini dijadikan markas PARINDRA tahun 1935 dengan nama Gedung Persaudaraan. Tahun 1942 digunakan sebagai gudang penyimpanan barang-barang interniran Belanda oleh militer Jepang.

Dari tahun 1945 s/d 1949 digunakan sebagai termpat berkumpulnya para pejuang Republik untuk saling berkoordinasi dan mengatur strategi perjuangan, kantor KNI Karesidenan Bogor, Gelora Rakyat, Dewan Pertahanan Karesidenan Bogor, GABSI Bogor, dan Calll Sign RRI Perjuangan Karesidenan Bogor.

Setelah kedaulatan kembali ke tangan Indonesia, tahun 1950 dijadikan kantor pemerintahan sementara kabupaten Bogor.

Pada tanggal 20 Mei 1958, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional, gedung ini dihibahkan oleh pemilik terakhirnya yaitu Umar bin Usman Albawahab untuk dijadikan Museum Perjuangan Bogor.

Terdapat beragam koleksi peninggalan sejarah perjuangan yang ada di dalam museum ini mulai dari senapan yang digunakan pejuang saat merebut kemerdekaan, mata uang, juga diorama-diorama pertempuran yang pernah terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Museum Perjoangan Bogor juga menyimpan koleksi pakaian asli para pejuang yang digunakan saat membela bangsa dan negaranya.

Koleksi Museum Perjuangan Bogor

Museum Perjuangan Bogor berada di Kecamatan Bogor Tengah, tepatnya di Jalan Merdeka 56, Kota Bogor.  Bagi Anda yang ingin mengunjungi Museum Perjuangan Bogor dapat dicek menggunakan peta di bawah ini:


Lokasi Museum Perjuangan Bogor

 

1 COMMENT

Leave a Reply