Sejarah Masa Silam di Jalan Bondongan – Bondongan dahulu adalah nama sebuah jalan yang terbentang mulai dari Lawanggintung hingga ke daerah Empang. Seiring perkembangan kota Bogor, jalan Bondongan kemudian terbagi menjadi beberapa bagian dengan nama jalan yang disesuaikan kondisi dan sejarahnya.

Bondongan berasal dari Basa Sunda “Ngabondong” yang berarti “memikul bersama”. Hal ini sesuai dengan kondisi jaman dulu ketika banyak penduduk yang membawa hasil buminya secara berbondong-bondong melewati jalanan ini untuk dibawa ke Kampung Gudang.

Terletak tidak jauh dari Jalan Bondongan ada beberapa tempat yang dulu digunakan untuk bertransaksi jual-beli seperti Kampung Gudang, Lawang Saketeng, dan Pasar baru Bogor.
Jalan Bondongan juga menjadi saksi bisu akan sejarah masa silam yang ada di sepanjang jalan raya ini. Beberapa peninggalan sejarah masa silam di Bondongan antara lain:
Adanya bekas bukit pertahanan Kerajaan Pajajaran yang berupa gundukan batu-batu setinggi lima meter secara memanjang yang dahulu melintasi Jalan Siliwangi dan Lawang Gintung. Jembatan sungai Cipakancilan (cipeucang) dulu memiliki tebing curam dan dalam sehingga menjadi benteng pertahanan yang sangat sulit ditembus musuh yang datangnya dari arah timur. Sebagian lahan-lahan tersebut kini menjadi asrama Kopasgat. Nama Jalan Bondongan di bagian ini dirubah namanya menjadi Jalan Lawang Gintung.
Di ujung Jalan Lawang Gintung terdapat situs-situs peninggalan zaman Kerajaan seperti situs Purwakalih (Purwagalih), makam Embah Dalem yang dulunya adalah petilasan Ratu Dewata yang di masa tuanya memilih menjadi resi atau pendeta, Situs Embah Congkrang yang terletak di pinggir jalan dekat pasar Balekambang, dan situs Batutulis yang dibuat oleh Prabu Surawisesa untuk mengenang kejayaan ayahnya sang maharaja Prabu Siliwangi. Di bagian jalan ini kemudian dikenal dengan nama Jalan Batutulis.
Taman Makam Pahlawan Dreded yang menjadi tempat peristirahatan terakhir putra-putra bangsa yang rela gugur demi membela negaranya. Sesuai namanya, jalan bondongan di bagian ini kemudian diganti menjadi Jalan Pahlawan.
Tidak jauh dari pemakaman umum Dreded terdapat sebuah kampung yang bernama Layungsari. Di tempat inilah pada zaman dahulu pernah menjadi tempat dikuburkannya dua orang panglima Perang Pajajaran yang bernama Natadani dan Santana Kidang Pananjung.
Di arah bagian kanan dari jalan Pahlawan dulunya pernah ada Situs Mbah Mangprang, namun sayang keberadaan situs ini sudah tidak bisa lagi ditemukan pada hari ini. Lokasinya berseberangan dengan pohon bunga Cempaka warna yang dahulu tumbuh di pinggir lapangan luas yang termasuk dalam area lapangan “Jero Keraton Pakuan Pajajaran”.
Jembatan kereta api di Bondongan tempo dulu yang sekarang sedang diperluas
Terdapat makam Raden Saleh dan istri yang berlokasi di bagian kiri dari Jalan Bondongan arah Dreded. Raden Saleh adalah nama pelukis yang sangat mashyur hingga ke Eropa.
Demikian ulasan singkat mengenai Sejarah Masa Silam di Jalan Bondongan.
Semoga menambah pengetahuan Anda.
Salam rahayu

Leave a Reply