Sejarah Bogor

0
1868
SEJARAH BOGOR

Sejarah Bogor – Hujan yang selalu turun di Bogor menjadikan kota ini dijuluki sebagai kota hujan. Kondisi alam inilah yang mejnadikan tanah Bogor cukup subur dengan udara yang sejuk. Tak heran kalau kemudian para petinggi Belanda di era kolonial sangat menyukai tempat ini, lalu menamakannya “Buitenzorg” yang berarti kota tanpa kecemasan.

Sebelum orang-orang Eropa datang ke Nusantara, di Bogor pada zaman dahulu pernah ada sebuah Kerajaan yang sudah berdiri sejak abad ke-2 Masehi yaitu Kerajaan Salakanagara.  Ratusan tahun kemudian, berdiri Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 Masehi yang dibuktikan dengan banyaknya peninggalan berupa prasasti yang ditemukan di Bogor, seperti prasasti Ciaruteun, prasasti Pasir Koleangkak, prasasti Kebonkopi, prasasti Tugu, prasasti Pasir Awi, prasasti Muara Cianten, dan prasasti Cidanghiang. Prasasti-prasasti dengan jelas menyebutkan nama raja yang berkuasa adalah Purnawarman.

Daerah Bogor yang berbukit menjadikan lokasi ini menjadi tempat yang tepat untuk bertahan dari ancaman serangan. Selain itu, tanahnya yang subur memunculkan banyak kerajaan lain di tempat ini.

Kerajaan Sunda beribukotakan di Dayeuh Pakuan (Bogor) dan kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Pajajaran. Rajanya yang berkuasa saat itu adalah Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja.

Salah satu peninggalan Kerajaan Pajajaran yang tersisa adalah Prasasti batutulis. Prasasti ini ditemukan di Daerah Batutulis Bogor, dan dibuat oleh Prabu Surawisesa pada tahun 1533 Masehi. Isi batutulis menceritakan mengenai kejayaan Prabu Siliwangi sewaktu menjadi Raja di Pajajaran.

Situs Batutulis pada tahun 1812
Situs Batutulis pada tahun 1812

 

Baca juga:  Sejarah Prasasti Batutulis Bogor

Prabu Siliwangi dinobatkan menjadi Raja Sunda pada 3 Juni 1482, dan hari penobatannya kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Bogor pada tahun 1973. Setelah keruntuhannya, pakuan seolah menjadi kota yang hilang, dan baru ditemukan kembali oleh Tim Ekspedisi dari VOC pimpinan Scipio dan Riebeeck di tahun 1687.

Penemuan bekas kerajaan ini mengundang ketertarikan banyak pihak yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut termasuk dimulainya pembangunan Kampung Baru oleh Tanuwija di daerah Parung Angsana. Tempat ini pun menjadi cikal bakal berdirinya kampung-kampung lain yang didirikan Tanujiwa seperti di Bantar Jati, Sempur, Baranang Siang, Parung Banteng, Parakan Panjang, Parung Kujang, Panaragan, dan Cimahpar. Dokumen bertanggal 7 November 1701 menyebutkan Tanujiwa sebagai Kepala Kampung Baru dan kampung lainnya yang terletak di sebelah aliran Sungai Ciliwung.

Sejarah Bogor berikutnya terjadi pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff mendirikan rumah peristirahatan yang dinamakannya Palais Buitenzorg atau Istana Buitenzorg. Dengan adanya pembangunan istana ini, kawasan Bogor mulai berkembang.

Kawasan pemukiman yang semula terpisah-pisah itu kemudian digabungkan menjadi satu pemerintahan dibawah Regentschap Kampung Baru te Buitenzorg.

Istana Bogor pada tahun 1834
Istana Bogor pada tahun 1834

 

Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg digunakan untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Ada banyak pendapat mengenai asal usul dan Sejarah bogor, salah satunya yang menyebut bahwa Bogor berasal dari kata Bokor yang artinya Tunggul Kawung, sebagaimana disebutkan dalam Pantun Pak Cilong “NGADEGNA DAYEUH PAJAJARAN”.

Perjalanan Bogor sampai menjadi kota metropolitan dilalui dengan sejarah yang panjang. Sejarah Bogor tidak hanya seukur zaman kerajaan saja, tetapi juga tercatat dalam perjuangan bangsa ini dalam memperoleh kemerdekaannya.

Sejarah Bogor di tahun 1945 misalnya, perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dilakukan para pejuang meski nyawa yang menjadi taruhannya. tak terhitung banyaknya pahlawan yang gugur saat memperjuangkan nasib bangsanya dari cengkeraman penjajah.

Baca lagi: Sejarah Bogor pada tahun 1945

[sm-youtube-subscribe]

Leave a Reply