Asal usul Semplak

Semplak adalah nama sebuah wilayah di Kota Bogor. Di lokasi ini terdapat sebuah lapangan udara yang menjadi saksi bisu pertempuran hebat yang pernah terjadi di area ini. Berikut sejarah singkat mengenai asal usul Semplak.

Semplak menurut penuturan tokoh masyarakat di daerah ini berasal dari kata Somplak atau terpenggal-penggal. Semplak di masa lalu adalah daerah penggalan dari Desa Bantarkambing.

Daerah Semplak memiliki tanah yang subur dengan ladang-ladang yang ditanami berbagai tanaman. Namun di masa lalu, banyak tanah di Semplak yang ditinggalkan oleh pemiliknya karena takut oleh intimidasi dari penjajah Belanda yang ingin menguasai hasil ladang mereka.

Hal yang sama juga terjadi di wilayah lain di sekitar Semplak seperti di Rancabungur, bantarkambing, parung, dan lebak wangi. Sebagian besar tanah subur itu ditinggalkan oleh pemiliknya yang trauma sehingga dengan mudahnya dikuasai Belanda.

Pada Oktober 1942, kawasan semplak khususnya di area sekitar lapangan udara menjadi medan pertempuran antara pesawat tempur Belanda melawan pesawat Jepang yang hendak menguasai lapangan udara Semplak.

Lapangan udara Semplak dulunya adalah tanah persawahan yang kemudian dikuasai oleh Belanda. Pemerintah Belanda mengumpulkan para pekerja untuk mengerjakan pengerasan tanah yang akan digunakan sebagai landasan. Di samping landasan tersebut dibangun sebuah hanggar dengan atap melengkung yang mampu menampung 4 – 5 pesawat di dalamnya.

Sejak dahulu, kawasan semplak adalah daerah yang ramai oleh penduduknya. Tidak jauh dari landasan udara terdapat sebuah pasar lokal yang oleh masyarakat sekitar disebut Pasar Semplak. Pasar tersebut banyak dikunjungi oleh penduduk sekitar untuk melakukan aktivitas jual-beli. Lokasi tempat pasar tersebut berdiri kini sudah menjadi lapangan tenis dan perumahan komplek Lapangan udara Atang Senjaya.

Tdak jauh dari area pasar tersebut, tumbuh sebuah Pohon Beringin besar dengan daunnya yang rindang. Lokasi tempat pohon beringin tersebut kini menjadi tempat Tugu Helikopter.

Leave a Reply