Cileungsi merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah timur Kabupaten Bogor. Terdiri atas 12 desa dan kelurahan, wilayah Cileungsi memiliki luas wilayah 7.379 hektar. Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan kawasan Industri karena banyak pabrik-pabrik yang berdiri di sana. Berikut sejarah dan Asal Mula Cileungsi.

Jarak Cileungsi yang dekat dengan Jakarta menjadikan daerah ini sebagai salah satu kota satelit Jakarta yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, di antaranya adalah apartemen, hotel, pasar tradisional dan modern, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain.

Selain dikenal sebagai kawasan industri, di Cileungsi terdapat tempat wisata yang cukup terkenal sejak tahun 1990an, yaitu Taman Wisata Mekarsari. Tempat wisata seluas 264 hektar ini memiliki koleksi berbagai jenis tumbuhan dan buah-buahan tropika terbesar di dunia.

Sejarah dan asal mula Cileungsi konon berasal dari kata “Culang-Cileung” dan “sisi”. Kata tersebut berasal dari bahasa Sunda yang berarti melihat / melirik-lirik ke setiap sisi. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, sejak masa penjajahan banyak penduduk yang memiliki kebiasaan mengambil air di sungai dan sebelum mendekati sungai, mereka akan terlebih dulu melihat ke sisi sungai terlebih dulu. Kebiasaan tersebut menjadi Asal mula Cileungsi.

Namun jika melihat faktanya, Asal Mula Cileungsi sebenarnya sudah disebutkan sejak masa awal kolonialisme. Bukan itu saja, naskah Bujangga Manik menyebutkan pengembaraan seorang resi Kerajaan Sunda dari Jawa ke Bali pada tahun 1500an awal. Dalam catatannya, Bujangga Manik menyebut bahwa dirinya telah melewati Sungai Ci Leungsi.

Dengan demikian penyebutan nama Ci Leungsi sudah sejak masa Kerajaan Sunda masih berdiri atau sebelum tahun 1500-an.

Asal Mula Cileungsi menurut budayawan T. Bachtiar berasal dari kata leungsing, yaitu sejenis lintah yang dulu banyak ditemukan di sungai tersebut. Terlebih lagi penamaan daerah di tanah Sunda umumnya didasarkan pada karakteristik daerah, kondisi geografis, tumbuhan, dan satwanya.

Terlepas dari mana asal usul cileungsi yang tepat, di masa penjajahan daerah yang dikenal dengan nama Tjileungsi atau Tjileungsir ini dulunya adalah kawasan perkebunan karet yang sangat luas. Perkebunan karet ini dikelola oleh Belanda untuk memperkuat perbekalan perang. Di daerah ini juga didirikan resimen Belanda yang bertugas mengawasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang berasal dari Cileungsi.

Sejak dahulu, Cileungsi merupakan sebuah kecamatan yang memiliki budaya dan adat istiadat yang beragam. Kawasan ini juga dihuni oleh etnis Tionghoa yang bisa dilihat dari arsitektur bangunannya yang kental seperti Klenteng Hian Tan kong (Vihara Dharma Bakti) yang berumur lebih dari 200 tahun. Klenteng ini menjadi saksi bisu perkembangan etnis Tionghoa di Kabupaten Bogor.

Meski dekat dengan Kota Jakarta namun kebudayaan di Cileungsi lebih kental dengan budaya Sunda. Berbagai kesenian yang terdapat di daerah ini antara lain: Seni topeng Cikuda, Seni Pedalangan, gondang, Calung, Kliningan, tari klasik, marawis, pantun beton, Kecapi Suling, Degung, Rampak Gubrak, Tembang Sunda, Tanjidor, dan Pencak Silat.

Foto-Foto Cileungsi tempo dulu

 

Leave a Reply