Dalam Babad Pajajaran  dan Pantun Bogor disebutkan bahwa Sindang Barang adalah kerajaan bawahan Prabu Siliwangi yang beribukotakan Kutabarang. Sindang Barang juga menjadi tempat tinggal istri Prabu Siliwangi yaitu Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Berlatar belakang sejarah tersebut, tak heran kalau Desa Pasir Eurih memiliki banyak situs-situs peninggalan sejarah.

Sindang Barang diyakini sudah ada sejak abad ke-12. Dengan latar sejarah tersebut, Sindang Barang kini telah menjelma menjadi kampung Budaya yang hingga kini masih tetap melestarikan budaya dan adat Sunda sesuai akar tradisi leluhur.

Salah satu tradisi kebudayaan Sunda yang menjadi ciri khas dan rutin dilakukan di Kampung Budaya Sindang Barang adalah acara Serentaun yang merupakan bentuk perwujudan rasa syukur warga atas rezeki hasil panen yang berlimpah.

Kampung Sindang Barang adalah satu dari 20 kampung adat yang dapat ditemukan di Jawa Barat dan hingga kini masih tetap mempertahankan aspek kebudayaan lokal Kerajaan Pajajaran. Di kawasan kampung adat ini juga terdapat 78 lokasi situs sejarah, upacara adat tradisional seperti Serentaun, Neteupken, Pabeasan, dan sebagainya, juga berbagai alat kesenian tradisional Sunda.

Situs-situs peninggalan kerajaan Pajajaran yang ada di Desa Pasir Eurih antara lain Punden berundak, batu dakon, batu tapak, dan lain sebagainya. Ada sedikitnya 33 buah punden berundak serta 60 titik sebaran situs lainnya.

Lokasi Kampung Budaya Sindang Barang

;

 

 

Leave a Reply