Category: Wisata Budaya

Prasasti dan Istana Batu Tulis – Sejarah yang (Hampir) Terlupakan

Sangat disayangkan memang jika kita melihat bagaimana banyaknya tempat wisata sejarah tidak terlalu ramai dikunjungi. Kalaupun dikunjungi, biasanya oleh murid-murid sekolah yang sedang darma wisata ataupun oleh orang-orang yang memang menggemari sejarah. Padahal, negara Indonesia ini memiliki banyak sekali wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi agar kita selalu ingat identitas diri kita sebagai warga negara dan bagaimana negara ini bisa menjadi sekarang ini. Salah satu tempat wisata sejarah yang mulai terlupakan merupakan Prasasti dan Istana Batu Tulis yang terletak di kota Bogor.

istana batutulis bogor

Prasasti Batu Tulis ini merupakan bagian dari sejarah langsung kota Bogor. Letaknya berada di kelurahan Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan dan bisa dijangkau dengan mudah. Anda bisa naik angkutan kota nomor 03 dari Stasiun kota Bogor jurusan BS ke Bubulak dan turun di pertigaan Ciomas. Dari sana Anda pindah naik angkutan nomor 14 jurusan Pasir Kuda ke Laladon dan Anda bisa turun di depan Istana Prasasti Batu Tulis.

Pada jaman dahulu kala, prasasti ini berada di tempat yang sangat sepi, hening dan berkabut. Orang-orang setempat menganggap lokasi tersebut merupakan sarang harimau yang kemudian memunculkan semacam mitos yang menghubungkan dengan Kerajaan Pajajaran yang sudah musnah dengan harimau. Kompleks pendopo prasasti Batu Tulis sendiri memiliki luas sekitar 15 x 17 meter dan lokasi ini belum berpindah dari jaman dahulu. Artinya, keberadaan prasasti tidak berpindah tempat sejak dibuat.

tempat prasasti batu tulis bogor

Paling tidak belum ada bukti bahwa situs prasasti tersebut pernah dipindah lokasinya. Dan hal ini pulalah yang menjadi cikal bakal nama desa lokasi situs prasasti ini. Selain Batu Prasasti, terdapat banyak benda-benda lain yang merupakan peninggalan Kerajaan Sunda. Jika Anda melihat prasasti Batu Tulis, Anda akan menemukan sebuah ukuran kalimat-kalimat yang ditulis dalam bahasa serta aksara Sunda kuno. Menurut penelitian, prasasti ini dibuat pada tahun 1553 atau 1455 Saka.

Menurut sejarah, ada seorang pria asal Belanda yang diutus untuk melakukan ekspedisi dan membuka daerah pedalaman. Nama orang tersebut adalah Scipio. Ketika berada di lokasi prasasti, Scipio sangatlah kagum dengan bagaimana penduduk setempat sangat khidmat dalam menjaga lokasi. Bahkan dirinya tidak diperbolehkan memasuki area situs prasasti dengan alasan dirinya bukanlah orang islam. Sangat jelas sekali bagaimana penduduk setempat menganggap lokasi tersebut sebagai titik yang keramat. Menurut mereka, tempat tersebut merupakan singgasana raja Pajajaran.

prasasti batu tulis di bogor

Lalu apa yang menjadi isi dari tulisan yang terukir dalam prasasti Batu Tulis? Dikisahkan menurut sejarah, prasasti yang dibuat pada tahun 1533 tersebut dibuat oleh Prabu Surawisesa. Prabu Surawisesa merupakan anak dari Prabu Siliwangi yang merupakan Raja Pajajaran yang memimpin dari tahun 1482 sampai 1521. Prabu Siliwangi sendiri dikenal sebagai raja yang sangat sakti dan memiliki banyak gelar seperti Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Di dalam prasasti terdapat tulisan Prabu Surawisesa untuk memperingati kehebatan sosok seorang Prabu Siliwangi. Dan dipercaya juga bahwa Prabu Surawisesa membuat prasasti tersebut sebagai bentuk penyesalannya karena tidak berhasil menjaga keutuhan kerajaan akibat kalah perang dengan kerajaan Cirebon.

Selain tulisan Prabu Surawisesa, di area kompleks prasasti juga terdapat beberapa batu lainnya. Ada batu yang memiliki cap tapak kaki dan juga tapak lutut Prabu Siliwangi. Menurut legenda, meskipun kerajaan Pajajaran musnah, sang raja, Prabu Siliwangi yang sakti mandraguna berhasil melarikan diri dan belum meninggal sampai sekarang. Inilah kenapa ada beberapa orang yang mengaku melihat berbagai kejadian supranatural di area kompleks seperti sinar biru yang turun dari langit yang dipercaya sebagai jelmaan Prabu Siliwangi yang datang kembali.