Category: Serba-serbi

PSB Bogor : Kisah Perjuangan Si Mantan Juara

Namanya mulai bersinar ketika berlaga di Piala Suratin pada awal tahun 90-an. Meski jatuh bangun dan beberapa kali tumbang, PSB Bogor pantang menyerah dan akhirnya berhasil menjadi juara di tahun 1992 setelah juara bertahan Persikasi Bekasi dipaksa menyerah oleh Laskar Pakuan, sebutan bagi PSB Bogor, di semifinal. Di babak final, Skuad Bogor sukses menaklukan PSIM, tim finalis dari Yogyakarta dengan skor 2-0 untuk kemudian keluar sebagai juara.

Persatuan Sepak Bola Bogor mempertahankan posisi juara Piala Suratin untuk periode berikutnya, meski kemudian harus kembali mengakui keunggulan Persikasi di tahun 1994 yang menjadikan Persikasi sebagai tim tersukses dengan 5 kali kemenangan di Piala Suratin. Namun begitu, PSB membuktikan jika bisa bangkit dan memenangkan kembali Piala Suratin di periode berikutnya tepatnya pada tahun 1995.

psb bogor 1990an

Pernah Bercokol di Papan Atas Sepak Bola Indonesia

Meski sekarang ini PSB hanya bermain di kasta ke-3 atau yang dikenal dengan Liga Nusantara tetapi sang Manajer Tim, Lukman Manualang, mengungkapkan keyakinannya terhadap PSB yang akan kembali mencicipi liga papan atas Indonesia.

Hal ini dinyatakan oleh Manualang ketika diwawancarai menyoal pemerintah Bogor yang tidak memasukan PSB Bogor ke dalam rencana anggarannya. Perlu diketahui jika PSB terhitung pemain amatir karena masih bermain di Liga Nusantara, oleh karena itu PSB Bogor berhak menerima bantuan dana dari pemerintah untuk kepentingan kemajuan klub.

Mengenai hal itu Lukman tidak ingin terlalu mempersoalkan dan tidak akan membiarkan anak asuhnya manja hanya karena tidak mendapatkan sokongan dana dari pemerintah. “Jangan jadi manja karena tidak didanai APBD lantai tidak ikut kompetisi. Masyarakat banyak yang mendukung PSB Bogor”, ucapnya.

Tingkat amatir tidak menjadikan persaingan dalam per-sepakbola-an menjadi lebih longgar, terlebih lagi jika harus bertahan dengan dana yang minim dan seadanya. Oleh karena itu pihak PSB Bogor harus kerja keras untuk mencari dana dari sponsor demi kelangsungan hidup klub kesayangan warga Bogor ini.

kondisi stadion padjadjaran - akan direnovasi

Untungnya PSB Bogor memiliki pendukung dan pemain yang sangat loyal terhadap klub. Beberapa pemain seperti Anwar Hidayat, Sakson, dan Rizki Lesmana sempat ditawari oleh PSKC Cimahi yang saat ini dilatih oleh mantan pelatih PSB sendiri, Robby Darwis, namun mereka bersikukuh untuk tetap bertahan bersama PSB Bogor walaupun di sana mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih pasti.

“Kalau saya menerima bayaran lancar tapi tidak nyaman bagaimana?” Ucap salah satu punggawa Laskar Pakuan ketika mengungkapkan bahwa bermain sepak bola tidak melulu soal uang tapi juga soal kenyamanan. Tidak hanya pemainnya, para suporter yang tergabung di bawah nama BB Troopers atau Bogor Biru Troopers juga sangat mendukung tim kesayangannya dengan turun ke jalan dan mengajak masyarakat untuk menyisihkan uang mereka guna membantu keuangan PSB Bogor.

Sempat Dipenuhi Pemain Bintang

Di masa jayanya PSB sangat diagung-agungkan oleh para suporter, tidak hanya yang berasal dari Bogor tapi juga dari pelosok wilayah Indonesia lainnya. Setidaknya tim ini pernah jadi andalan para agen taruhan bola selama beberapa periode dan menumbangkan banyak klub sepakbola ternama di zamannya.

Nama-nama seperti Ellie Aiboy dan Tugiyo pernah merumput dan membela PSB Bogor melewati susah dan senangnya. Bahkan pemain asing asal Kamerun seperti Bako Saddissou juga sempat menyandang kostum biru milik PSB Bogor. Semua bisa terjadi selama bola masih bundar, begitu juga nasib PSB Bogor. Jangan patah arang, terus berjuang!